Friday, August 17, 2012

Hit you With the Real Thing


Hit you With the Real Thing

Pernah atau bahkan seringkah anda menemukan orang dengan kehidupan seperti ini? :

Heboh mencari dan membaca majalah yang ada artis favoritnya, heboh menonton film atau video klip mereka, heboh membicarakan artis idolanya itu, heboh mau bertemu dengannya, heboh jika bisa mendengarkan suara mereka, dan heboh-heboh lainnya yang semua berkaitan dengan “mencari apapun yang berbau dengan pujaan hatinya tersebut”.. Dan bahkan lebih extreme lagi, penggemar berat sampai rela melakukan operasi muka, operasi kulit, menghabiskam beratus-ratus lembaran uangnya, meniru gerak-gerik, karakteristik, hanya demi memiripkan dirinya dengan sang idola!!

Atau mungkin anda salah satu dari orang berkehidupan seperti itu juga?
saya juga dulu sempat pernah begitu.. tapi tidak extreme. hha..

Jika anda memberikan perhatian terhadap hal seperti itu, sekilas hidup terlihat memang sedikit menggairahkan, tetapi sebenarnya banyak menyiksa perasaan.. haha

Ketika hal demikian terjadi dalam waktu lama, tentulah bukan merupakan kebiasaan yang baik. 

Tanpa kita sadari, bahwa dengan bertindak demikian, lambat laun akan membawa hati, pikiran kita menjauh dari pada Tuhan. 

Sekarang saya ingin anda memikirkan hal ini: 
Pernahkah orang yang begitu antusias dengan artis/aktor akan sama alih-alih lebih antusias dengan hal yang berkaitan dengan Tuhan?
Jawabannya adalah: tidak! mengapa? karena hati manusia sesungguhnya dirancang untuk tidak bisa mendua.

Anda tidak percaya? coba saja sekarang anda pikirkan: anda mungkin bisa saja berkawan baik dengan 5 orang. Tetapi pasti dalam kenyataan di dalam lubuk hati anda, anda hanya lebih bisa dekat dan merasa nyaman dengan 1 orang diantaranya.














Sekarang renungkanlah ini:
Apakah kita heboh mencari kehadiranNya? membaca Alkitab, heboh membicarakanNya? pernah dengan hebohnya bersaksi tentang Dia? heboh ingin bertemu denganNya segera (bahkan dalam artian kita tidak takut dengan kematian sekalipun)? senang mendengar dan mengangkat lagu pujian, rindu mendengar suaraNya, dan begitu luar biasa gembira jika telah bersekutu denganNya? Seperti layaknya seorang fans bertemu dengan artis idolanya bisa sampai mencucurkan air mata bahagia, tak jarang pula yang pingsan saking bersyukurnya? berusaha extreme untuk menyerupai Allah dalam tindakan (memperbaiki diri secara terus menerus untuk mencapai kesempurnaan)?

Jangan sampai saja anda seperti Mark David Chapman (penggemar berat John Lenon) yang malah membunuh mati pribadi "sang idola".

Hal duniawi memang seringkali terkesan begitu hidup, penuh sensasi, menyenangkan, dinamis, juga tidak membosankan. Tapi masalahnya, dari semua itu tidak ada satu pun yang mampu  menjamin anda terselamatkan….

Bahkan Allah sendiri sangat benci apabila manusia mendua hati..
(saya jadi teringat akan lagu Iwan Fals-aku bukan pilihan.. hha.. lagu yang tepat sekali menggambarkan ini)

Saya juga pernah tersentak, tertegun, dan merasa tergetar! mendengar pertanyaan dan sekaligus pernyataan dari koko saya:
“Tuhan hanya meminta manusia untuk percaya padaNya! Tuhan mau menyelamatkan mereka..
Berarti sekarang ini pasti banyak banget manusia percaya Tuhan HANYA UNTUK DISELAMATKAN DOANG dong?!?! HANYA SUPAYA TIDAK MASUK NERAKA?? Itu namanya *TERPAKSA PERCAYA..* karena ada motivasi dan tujuan tertentu, dia percaya."

Wow.. setelah hidup 20 tahun, baru kali itu saya benar-benar shock memikirkannya, dan  saya dengan segera menyelidiki , serta meng-interogasi hati, pikiran, diri saya sendiri..
iman seperti apa yang saya miliki? bagaimana pandangan Tuhan tentang saya??

Saya memang ingin terselamatkan….
Namun saya tetap selalu diperingatkan akan ayat ini:
Matius 7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga.

Entah untuk berapa lama saya merasa begitu takut sekali jika saya termasuk ke dalam “manusia terpaksa percaya” itu..  terdengar begitu egois, sangat menyebalkan, mengerikan, penuh kemunafikan..

Kemudian saya berpikir, seberapa banyak manusia yang masih belum menyadari hal ini? Sebesar apa iman percaya itu? 

Ketulusan sangat mahal harganya..

Colossians 2:6-7
So then, just as you received Christ Jesus as Lord, continue to live your lives in Him,  rooted and built up in Him, strengthened in the faith as you were taught, and overflowing with thankfulness.

No comments: